Kamis, 06 Desember 2012

Ekonomi Makro



PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Struktur pasar yang sangat bertentangan ciri-cirinya dengan persaingan sempurna adalah pasar monopoli. Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. Biasanya keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan monopoli adalah keuntungan melebihi normal dan ini diperoleh karena terdapat hambatan yang sangat tangguh kepada perusahaan-perusahaan lain untuk memasuki industry tersebut. Menerangkan bentuk-bentuk halangan ini merupakan salah satu aspek yang dianalisis dalam pembahasan ini.

PEMBAHASAN
1. Pengertian Pasar Monopoli Menurut Sadono Sukirno (2002), Pasar Monopoli adalah Suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. Dr. Boediono (1982), menjelaskan tentang pasar monopoli lebih dalam, monopoli adalah suatu keadaan dimana di dalam pasar hanya ada satu penjual sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya. Ini adalah kasus monopoli murni atau pure monopoly. Dalam kenyataan sulit untuk mendapatkan contoh dari suatu perusahaan monopoli murni, dimana sama sekali tidak ada unsure persaingan dari perusahaan lain. Sedangkan menurut Wilson Bangun (2007), Pasar monopoli bertolak belakang dengan pasar persaingan sempurna. Pasar monopoli hanya terdapat satu penjual dipasar, dengan demikian pasar dimiliki oleh satu penjual saja. Barang yang dijual dipasar tidak ada barang penggantinya sehingga sulit untuk mengalihakannya kebarang lain. Berbeda dengan pasar persaingan sempurna, pada pasar monopoli perusahaan tidak bebas keluar masuk pasar karena ada faktor-faktor penghalang untuk masuk kepasar. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pasar monopoli antara lain adanya kekhususan suatu barang bila dibandingkan dengan barang lain, barang-barang yang dihasilkan dengan skala ekonomi (economic scale), dan alasan hukum atau perundang-undangna yang ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan dari pengertian diatas, maka ciri-ciri pasar monopoli terbagi menjadi empat bagian diantaranya sebagai berikut: a) Terdapat hanya satu penjual di pasar b) Tidak ada barang pengganti c) Ada hambatan perusahaan lain masuk pasar d) Perusahaan sebagai penentu harga (price taker)
2. Hambatan Masuk Pasar Terbentuknya pasar monopoli karena adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk masuk pasar. Perusahaan lain masuk pasar akan mengalami kerugian, hal ini karena adanya halangan bagi perusahaan baru untuk memasuki pasar. Halangan untuk masuk pasar dikenal dengan istilah barrier to entry, ini merupakan kekuatan utama yang diciptakan oleh monopolis. Ada beberapa cara dalam membentuk pasar monopoli antara lain: a) Produk yang dihasilkan adalah produk yang mempunyai kekhususan Suatu produk mempunyai kelebihan bila dibandingkan dengan produk lain, karena sumber daya yang dimiliki suatu produk tertentu tidak dimiliki oleh produk lain. keterbatasan sumber daya yang tersedia dapat menimbulkan suatu produk mempunyai spesifikasi tertentu dan itu merupakan kelebihan suatu produk bila dibandingkan dengan produk lain. b) Produk dengan skala ekonomi Suatu perusahaan menghasilkan barang dengan skala besar. Barang tersebut bila dihasilkan harus dengan jumlah besar, bila dihasilkan dalam skala kecil akan tidak efisien sehingga menimbulkan kerugian. Biasanya produk yang dihasilkan tersebut mengeluarkan biaya rata-rata dan atau biaya marjinal yang semakin menurun, sedangkan produk yang dihasilkan membutuhkan biaya-biaya minimum yang sangat besar. c) Produk yang dilindungi hukum. Sumber lain dengan terbentuknya pasar monopoli adalah adanya perlindungan terhadap suatu produk tertentu dipasar. Perlindungan terhadap suatu produk tertentu tersebut dapat menghalangi produk lain masuk pasar, ini biasanya dilakukan melalui undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah.
3. Faktor-Faktor yang Menimbulkan Monopoli Menurut Sadono Sukirno (2002), Terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan wujudnya pasar (perusahaan) monopoli. Ketiga faktor tersebut adalah sebagai berikut: a) Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain b) Perusahaan monopoli pada umumnya, dapat menikmati skala ekonomi (Economies of scale) hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi c) Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undang, yaitu pemerintah memberikan hak monopoli kepada perusahaan tersebut. 4. Monopoli dan Diskriminasi Harga Adakalanya terbuka kemungkinan kepada perusahaan monopoli untuk menjual barangnya didalam dua pasar (misalnya pasar dalam negeri dan pasar luar negeri) yang sangat berbeda sifatnya. Biasanya sifat permintaan di kedua pasar itu juga sangat berbeda. Untuk memaksimalkan keuntungannya perusahaan monopoli dapat menjalankan pasar kebijakan diskriminasi harga.
5. Syarat-syarat Diskriminasi Harga Tidak semua perusahaan monopoli dapat melakukan diskriminasi harga. Hanya dalam keadaan-keadaan tertentu diskriminasi harga dapat dijalankan dengan sukses. Di bawah ini, akan dijelaskan beberapa keadaan yang memungkinkan perusahaan monopoli melakukan diskriminasi harga yaitu sebagai berikut. : a) Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar lain Kalau terdapat kemungkinan barang dapat dibawa dan pasar yang lebih murah ke pasar yang lebih mahal, maka kebijakan diskriminasi harga tidak akan efisien. b) Sifat barang atau jasa itu memungkinkan dilakukan diskriminasi harga Barang-barang atau jasa-jasa tertentu dapat dengan mudah dijual dengan harga yang berbeda-beda. Barang seperti itu biasanya berbentuk jasa perseorangan seperti jasa seorang dokter, ahli hukum, piƱata rambut, dan lain sebagainya. c) Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar haruslah sangat berbeda Kalau permintaan dan elastisitas permintaan adalah sangat bersamaan di kedua pasar tersebut, maka keuntungan tidak akan diperoleh dari kebijakan tersebut. Biasanya diskriminasi harga dijalankan apabila elastisitas permintaan di masing-masing pasar sangat berbeda. Apabila permintaan elastisitas tidak elastis, maka harga akan ditetapkan pada tingkat yang relative tinggi, sedangkan di pasar yang permintaanya lebih elastis, harga ditetapkan pada tingkat yang rendah. Dengan cara ini, penjual dapat diperbanyak dan keuntungan dimaksimalkan. d) Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang melebihi tambahan keuntungan dari kebijakan tersebut Adakalanya melaksanakan kebijakan diskriminasi harga harus mengeluarkan biaya. Apabila kebijakan tersebut dilakukan di dua daerah yang berbeda, maka biaya untuk mengangkut barang harus dikeluarkan. Dan sekiranya dilakukan di daerah yang sama, biaya yang dikeluarkan mungkin dalam bentuk iklan. Apabila biaya yang dikeluarkan adalah melebihi pertambahan keuntungan yang diperoleh dari diskriminasi harga, tidak ada manfaatnya untuk menjalankan kebijakan tersebut. e) Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap tidak rasional konsumen Ini misalnya dilakukan dengan menjual barang yang sama tetapi dengan pembungkusan, merek/cap dan kampanye iklan yang berbeda. Dengan ciri produsen dapat menjual barang yang dikatakannya bermutu tinggi kepada konsumen kaya dan sisanya kepada golongan masyarakat lainnya. Cara yang lain adalah menjual barang yang sama, tetapi dengan harga yang berbeda pada daerah pertokoan yang berbeda. Didaerah pertokoan orang kaya harganya lebih dimahalkan daripada di daerah pertokoan orang miskin.
6. Contoh-contoh Kebijakan Diskriminasi Harga Tidak susah untuk mencari contoh-contoh kebijakan diskriminasi harga di dalam kehidupan sehari-hari, karena hal itu banyak dilakukan. Dibawah ini ditunjukan beberapa contoh dari kebijakan semacam ini. Adapun contoh-contoh kebijakan diskriminasi harga antara lain sebagai berikut ini: a) Kebijakan diskriminasi harga oleh perusahaan monopoli pemerintah b) Kebijakan diskriminasi harga oleh jasa-jasa professional c) Kebijakan diskriminasi harga di pasar internasional
7. Monopoli dan Kesejahteraan Masyarakat Telah diterangkan dalam monopoli, terdapat kemungkinan berlakunya keadaan berikut: harga lebih tinggi, jumlah produksi lebih redah, dan keuntungan lebih besar daripada di dalam pasar persaingan sempurna. Berdasarkan kepada kemungkinan ini, kebanyakan ahli ekonomi berpendapat bahwa monopoli menimbulkan akibat yang buruk keatas kesejahteraan masyarakat dan distribusi pendaatan menjadi lebih merata. Monpoli akan memperoleh keuntungan yang lebih dari normal, dan ini akan dinikmati oleh pengusaha monopoli dan pemegang-pemegang sahamnya. Mereka pada umumnya terdiri dari penduduk yang berpendapat tinggi atau menengah. Para pekerja, yang merupakan golongan yang relative miskin, tidak akan memperoleh sesuatu apa pun dari keuntungan monopoli yang lebih tinggi dari keuntungan normal tersebut. Tanpa ada hak eksklusif untuk berusaha sebagai perusahaan monopoli, akan wujud kemungkinan berlakunya keadaan dimana beberapa perusahaan baru pada akhirnya beroperasi dalam pasar. Dalam keadaan seperti itu, pasaran telah berubah menjadi oligopoly. Ini menyebabkan setiap perusahaan tidak dapat menikmati skala ekonomi secara maksimal. Maka setiap perusahaan akan menerapkan harga/tariff yang tinggi ke atas barang/jasa yang dihasilkannya. Keadaan seperti ini, menimbulkan kerugian kepada masyarakat, karena mereka harus membayar dengan harga yang tinggi tersebut. Hak eksklusif yang menjamin adanya perusahaan tunggal dalam pasar belum menjamin bahwa harga diterapkan pada tingkat yang rendah. Walaupun perusahaan tersebut dapat mengecap skala ekonomi dengan sepenuhnya, yang menyebabkan biaya produksi berada pada tingkat yang rendah sekali, belum tentu perusahaan akan menjual hasil produksinya dengah harga yang rendah. Dengna cara ini, dapatlah kepentingan para konsumen dilindungi, yaitu para konsumen dapat membeli barang yang dihasilkan perusahaan monopoli pada tingkat harga yang relative rendah.

KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Pengertian monopoli adalah Suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat.
2. Ciri-ciri pasar monopoli terbagi menjadi empat bagian diantaranya sebagai berikut: a) Terdapat hanya satu penjual di pasar b) Tidak ada barang pengganti c) Ada hambatan perusahaan lain masuk pasar d) Perusahaan sebagai penentu harga (price taker)
 3. Terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan wujudnya pasar (perusahaan) monopoli yaitu sebagai berikut: a) Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain b) Perusahaan monopoli pada umumnya, dapat menikmati skala ekonomi (Economies of scale) hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi c) Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undang, yaitu pemerintah memberikan hak monopoli kepada perusahaan tersebut.



DAFTAR PUSTAKA
Boediono, Ekonomi Mikro, Bulak Sumur: BPFE, Yogyakarta, 1982. Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikro Ekonomi (edisi Ketiga),Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002. Lincolin Arsyad, Ekonomi Mikro: Ringkasan Teori dan Soal Jawab. Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE, 1997. Wilson Bangun, Teori Ekonomi Mikro, Bandung: Refika Aditama, 2007.


Dampak Kerusakan Alam


Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Alam Dan Faktor Manusia

Secara garis besar terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang ada di bumi ini karena dua faktor. Pertama kerusakan lingkungan hidup karena faktor/proses alam dan kerusakan lingkungan akibat ulah tangan manusia. Peristiwa alam yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada alam ini meliputih hal hal seperti ayng bisa Anda baca di postingan mengenai lingkungan.
Kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari lingkungan. Baik itu dari lingkungan alam ataupun lingkungan sosial. Manusaia bernapas butuh udara/oksigen dari lingkungan sekitar. Aktivitas makan dan minum hingga memelihara kesehatan, semuanya butuh lingkungan. Lingkungan hidup, kalau menurut UU no. 32 tahun 2009, “Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain”.
Untuk persoalan Lingkungan Hidup, manusia memiliki pengaruh yang amat penting. Karena dalam pengelolaan lingkungan hidup tersebut pada akhirnya juga buat keberlangsungan manusia selama hidup di bumi ini. Terjadinya kerusakan lingkungan hidup sekarang ini karena adanya tindakan yang dapat menimbulkan perubahan secara langsung ataupun tidak langsung sehingga lingkungan hidup tidak lagi dapat berfungsi sebagai penunjang pembangunan yang berkelanjutan.
Terjadinya kerusakan lingkungan hidup bisa terjadi dimana saja baik di darat, udara, ataupun di air. Penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang ada di dunia ini karena 2 faktor, yaitu Faktor Alam dan Faktor Manusia.

a.    Kerusakan Lingkungan Hidup Faktor Alam
Terjadinya kerusakan Lingkungan hidup akibat faktor alam umumnya dalam bentuk bencana alam seperti yang sering terjadi di Indonesia. Contohnya adalah gelombang tsunami yang pernah terjadi di provinsi Aceh dan telah memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias. Bencana alam lainnya mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup adalah gunung meletus, Gempa bumi, serta Angin topan. Peristiwa-peristiwa alam tersebut telah mengakibatkan kerusakan pada lingkungan hidup.



b.     Kerusakan Lingkungan Hidup Faktor Manusia
Ulah manusia yang hidup di bumi ini juga berperan besar dalam menjaga dan merawat kelestarian lingkungan hidup yang ada di bumi. Karena ulah manusia dalam memanfaatkan lingkungan, seringkali tidak diimbangi dengan pemikiran bagaimana masa depan kehidupan generasi berikutnya. Manusia juga yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan hidup.

Contoh kerusakan lingkungan yang di akibat faktor tangan manusia adalah:

*Masalah pencemaran (terjadinya pencemaran udara, air, tanah, dan suara) merupakan dampak dari adanya kawasan industri.

*Bencana banjir, penebangan hutan secara liar, buruknya drainase atau sistem pembuangan air, buang sampah sembarangan hanya sebagian kecil dari kerusakan lingkungan akibat tangan manusia.

Selasa, 04 Desember 2012

KASUS HIV/ AIDS

Kasus AIDS pertama ditemukan di AS pada 1981, tetapi kasus tersebut hanya sedikit memberi informasi tentang sumber penyakit ini. Sekarang ada bukti jelas bahwa AIDS disebabkan oleh virus yang dikenal dengan HIV. Jadi untuk menemukan sumber AIDS kita perlu mencari asal-usul HIV.

Asal-usul HIV bukan hanya menyangkut masalah akademik, karena tidak hanya memahami dari mana asal virus tersebut tetapi juga bagaimana virus ini berkembang menjadi penting sekali untuk mengembangkan vaksin HIV dan pengobatan yang lebih efektif. Juga, pengetahuan tentang bagaimana epidemi AIDS timbul menjadi penting dalam menentukan bentuk epidemi di masa depan serta mengembangkan pendidikan dan program pencegahan yang efektif.

Tipe virus apakah HIV itu?
HIV adalah bagian dari keluarga atau kelompok virus yang disebut lentivirus. Lentivirus seperti HIV ditemukan dalam lingkup luas primata non-manusia. Lentivirus yang lain, diketahui secara kolektif sebagai virus monyet yang dikenal dengan SIV (simian immunodeficiency virus) di mana tulisan di bawah garis menunjukkan asal spesiesnya.
Jadi dari mana HIV berasal? Apakah HIV berasal dari SIV?
Sekarang secara umum diterima bahwa HIV merupakan keturunan dari SIV. Jenis SIV tertentu mirip dengan HIV-1 dan HIV-2, dua tipe HIV.
Sebagai contoh, HIV-2 dapat disamakan dengan SIV yang ditemukan pada monyet sooty mangabey (SIVsm), kadang-kadang dikenal sebagai monyet hijau yang berasal dari Afrika barat.
Jenis HIV yang lebih mematikan, yaitu HIV-1, hingga akhir-akhir ini sangat sulit untuk digolongkan. Sampai 1999, yang paling mirip adalah SIV yang diketahui menginfeksi simpanse (SIVcpz), tetapi ada perbedaan yang berarti antara SIVcpz dan HIV.
Jadi apa yang terjadi pada 1999? Apakah sekarang simpanse diketahui sebagai asal HIV?
Pada Februari 1999 diumumkan bahwa kelompok peneliti dari University of Alabama, di AS, telah meneliti jaringan yang dibekukan dari seekor simpanse dan menemukan jenis virus (SIVcpz) yang nyaris sama dengan HIV-1. Simpanse ini berasal dari sub-kelompok simpanse yang disebut Pan troglodyte troglodyte, yang dahulu umum di Afrika tengah-barat.
Peneliti menegaskan bahwa ini menunjukkan simpanse adalah sumber HIV-1, dan virus ini pada suatu ketika menyeberang dari spesies simpanse ke manusia. Namun, belum jelas apakah simpanse merupakan sumber asli HIV-1 karena simpanse jarang terinfeksi SIVcpz. Oleh karena ada kemungkinan baik simpanse maupun manusia terinfeksi dari pihak ketiga, yaitu suatu spesies primata yang masih belum dikenali. Bagaimana pun keadaannya, sedikitnya perlu dua perpindahan terpisah ke manusia.
Bagaiamana HIV dapat menyeberangi spesies?
Telah lama diketahui bahwa virus tertentu dapat menyeberang dari hewan kepada manusia, dan proses ini dikenal dengan zoonosis.
Peneliti dari University of Alabama mengesankan bahwa HIV dapat menyeberang dari simpanse karena manusia membunuh simpanse dan memakan dagingnya.
Beberapa teori lain yang diperdebatkan berpendapat bahwa HIV berpindah secara iatrogenik (diakibatkan kealpaan pihak medis), misalnya melalui percobaan medis. Satu teori yang disebarluaskan secara baik adalah bahwa vaksin polio yang memainkan peranan dalam perpindahan ini, karena vaksin tersebut dibuat dengan menggunakan ginjal monyet.
Tetapi yang penting pada berbagai macam teori ini adalah pertanyaan tentang kapan perpindahan itu terjadi.
Apakah ada fakta kapan perpindahan itu terjadi?
Selama beberapa tahun terakhir memungkinkan bukan hanya menentukan apakah HIV ada di dalam darah, tetapi juga menentukan subtipe virus. Penelitian terhadap subtipe virus, dari infeksi HIV pada kasus-kasus awal dapat memberi petunjuk mengenai kapan HIV pertama kali menyerang manusia dan perkembangan berikutnya.
Tiga infeksi HIV yang paling awal adalah sebagai berikut:
  1. Contoh plasma (cairan darah) yang diambil dari seorang pria dewasa yang hidup di Republik Demokratik Kongo tahun 1959.
  2. HIV ditemukan pada contoh jaringan tubuh dari seorang pemuda Amerika-Afrika yang meninggal dunia di St. Louis, AS, tahun 1969.
  3. HIV ditemukan pada contoh jaringan tubuh dari seorang pelaut Norwegia yang meninggal dunia sekitar tahun 1976.
Analisis yang dilakukan pada 1998 tentang contoh plasma dari 1959 mengesankan bahwa HIV-1 memasuki manusia sekitar 1940-an atau awal 1950-an, lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya. Ilmuwan lain memperkirakan lebih lama lagi, mungkin sekitar 100 tahun yang lalu atau lebih.
Apakah diketahui di mana HIV pada manusia muncul?
Sekarang banyak orang menganggap karena HIV terlihat berkembang dari satu jenis SIV yang ditemukan pada tipe simpanse di Afrika Barat, ini berarti HIV pertama muncul pada manusia di sana. Kemudian dianggap bahwa HIV menyebar dari Afrika ke seluruh dunia.
Bagaimana pun, seperti yang dibahas di atas, belum tentu simpanse adalah sumber asli HIV dan ada kemungkinan virus ini menyeberang ke manusia, lebih dari satu kesempatan. Jadi mungkin juga HIV timbul pada waktu yang bersamaan baik di Amerika Selatan dan Afrika, atau bahkan muncul di benua Amerika sebelum muncul di Afrika.
Kita mungkin tidak akan pernah tahu secara pasti kapan dan di mana virus ini muncul pertama kali, tetapi yang jelas pada suatu waktu di pertengahan abad 20-an ini, infeksi HIV pada manusia berkembang menjadi epidemi penyakit di seluruh dunia yang saat ini lebih dikenal sebagai AIDS.
Apa yang menyebabkan epidemi ini menyebar secara tiba-tiba?
Ada beberapa faktor yang dapat mendukung penyebaran begitu mendadak termasuk perjalanan internasional, industri darah, dan penggunaan narkoba yang meluas.
Perjalanan Internasional
Peranan yang dimainkan oleh perjalanan internasional dalam penyebaran HIV disorot pada kasus yang sekarang dikenal sebagai ‘Patient Zero’ (pasien asli). Patient Zero adalah seorang pramugara pesawat terbang berkebangsaan Kanada dan bernama Gaetan Dugas yang sering mengadakan perjalanan ke seluruh dunia. Analisis terhadap beberapa kasus AIDS awal menunjukkan bahwa orang terinfeksi tersebut adalah orang yang berhubungan seksual baik langsung atau pun tidak langsung dengan pramugara ini. Kasus-kasus ini yang ditemukan di beberapa kota di AS ini menunjukkan peranan perjalanan internasional dalam penyebaran HIV. Ini juga mengesankan bahwa penyakit ini mungkin diakibatkan oleh satu zat penyebar.
Industri Darah
Sewaktu transfusi darah menjadi bagian yang rutin dari tindakan medis, industri darah untuk memenuhi permintaan darah juga meningkat. Di beberapa negara seperti AS, orang yang menyumbangkan darahnya dibayar, termasuk pengguna narkoba suntikan. Darah yang diperoleh kemudian dikirim ke seluruh dunia. Juga, pada akhir 1960-an penderita hemofilia mulai memanfaatkan pembeku darah yang disebut Factor VIII.
Untuk memproduksi zat pembeku itu, darah dari ribuan donor dikumpulkan yang meningkatkan kemungkinan produk ini tercemar HIV. Karena Factor VIII disebarkan ke seluruh dunia, ada kemungkinan banyak penderita hemofilia terpajan infeksi baru.
Penggunaan Narkoba
Pada 1970-an ditemukan peningkatan ketersediaan heroin seiring dengan perang Vietnam dan konflik lain di Timur-Tengah, yang mendorong pertumbuhan penggunaan narkoba suntikan. Peningkatan penyediaan beserta pengembangan alat semprit plastik sekali pakai dan pembangunan shooting gallery (tempat menyuntik narkoba) di mana orang dapat membeli obat terlarang dan menyewakan perlengkapan menjadi cara lain penyebaran virus.
Apa teori lain tentang asal-usul HIV?
Teori lain yang diajukan tentang asal-usul HIV termasuk banyaknya teori konspirasi. Beberapa orang mengesankan HIV dibuat oleh CIA, meskipun yang lain menganggap bahwa HIV direkayasa secara genetik.